Sabtu, 05 Juli 2014

[ONESHOOT] YOU + ME = OUR LOVE


Author: Yang punya blog
Genre: Romance,Perjodohan,Married Life
Main Cast: 
Kim Jong In (EXO) as Him 
Song Ah Ri (OC) as You


"My Enemy be My Husband? I'm so tired and i don't like it" -Song Ah Ri
"When,my wife is my enemy,I'm so happy because her my first love at sight" -Kim Jong In


Song Ah Ri POV
Hari ini hari pernikahanku dengan, ya dengan musuhku. Musuh bebuyutanku
Dari aku masih seorang siswi MOS di SMA yang bergengsi di Seoul.

Kini aku sudah dewasa.

"Ah Ri - yaa~ Neomu neomu yeppo" ucap Eonniku.
"You more eonni.." balasku sambil melihatnya lalu melihat kaca kembali.
"Kajja Ah Ri" ucap seseorang dengan suara berat, aku menoleh dan ternyata appaku.

Sambil berjalan menuju Altar ayah berbincang denganku dengan suara pelan namun tetap berwibawa.
"Kau akan tetap menikahi Jongin anakku? jika kau ingin batal, gwenchanayo" ucap Appaku.
"Tapi, ini permintaan Harabeoji, tak dapat kutolak Appa" ujarku kembali sambil tersenyum.
Jauh dilubuk hatiku aku sangat ingin membatalkannya, namun Harabeoji sudah merawatku dengan baik, tak bisa aku menolaknya.

Saat akan menaiki Altar, Appa menyerahkanku dengan Kai, ya itulah sebutannya disekolah.
Kai menggandengku dengan sepenuh hati.

"Mempelai pria, Kim Jong In? Bersediakah kau menerima Song Ah Ri sebagai cintamu sehidup-semati?" tanya pendeta yang didepan.
"Aku bersedia" ujar Kai mantap.
"Mempelai wanita, Song Ah Ri? Bersediakah kau menerima Kim JongIn sebagai cintamu sehidup-semati?" tanyanya kembali.
"A..a..a..aku ber..ber..bersedia" ujarku Gugup.

"Pengantin laki-laki dan perempuan bisa berciuman" ujar pendeta itu.
"Jangan di bibir di dahi saja" bisikku sebelum Kai menciumku.
CUP!~

Terlihat sekali raut wajah undangan terlihat kecewa, kami pun saling bertukar cincin.

Kami mulai turun dari Altar dan berbincang-bincang dengan para Undangan mulai dari Teman-temanku SMA dan Kuliah, Teman-temannya SMA dan Kuliahnya juga.
Bertemu juga dengan kolega-koleganya, dan para editor-editor tempat aku menerbitkan novelku.

Setelah acara selesai aku pergi kerumah yang akan kami tinggali berdua.
Rumah impianku hamparan taman depan yang cukup luas, dibelakangnya terdapat kolam renang yang airnya langsung dari pantai.
Kesan pantai sangat terkesan disini.

Setelah selesai berkeliling Kai menggendongku ala Bridal Style dan membawaku kekamar.
Melepaskan gaunku.
Selanjutnya =SKIP=

19.30 waktu Seoul,Korea Selatan 

Aku melihat orang yang berada didepanku.
Dia half naked? Apa yang kami lakukan?
Aku melihat kearah badanku sendiri, aku memakai pakaian tidur? Setauku aku masih memakai gaun pernikahan.

Kulihat Kai mengerang "Chagiiiihhhh, Saranghae, nan neomu johayooo" ujarnya sambil setengah mengantuk /?
'Jong In sangat tampan jika seperti ini, namun jika sudah bangun Evilnya akan keluar' rutukku.
"Ah Ri~ Chagii~ Aku mencintaimu sejak kita bertemu~" racaunya lagi yang kini sudah bangun.

"Bangun Jong In" ujarku sambil menepuk pipinya sekali-kali.
"Ah~ Chagiya, bisakah kita bermesraan di taman belakang bagaimana?" tanyanya sambil mengelus pipiku.
"Aku ambil camilan dan susu coklat hangat ne" balasku cetus lalu beranjak dari tempat tidur menuju dapur.

Kai mengikutiku lalu meraih pinggangku dan memelukku dari belakang.
"Chagi, jeongmal Saranghaeyo, aku mencintaimu sejak SMA" ujarnya sambil tetap pada posisi yang sama dan berusaha menyentuh pipiku dengan bibirnya yang tebal.

Ia lalu pergi meninggalkanku ke taman belakang yang dekat dengan kolam renang.
Aku menghampirinya kesana membawakan camilan dan susu coklat hangat memandang bintang-bintang yang bersinar di langit malam.

Kami terdiam sesaat.
"Tak salahkan aku memilih rumah didaerah sini?" ujarnya memulai pembicaraan.
Aku hanya bisa mengangguk.
"Aku benar-benar menyukaimu saat SMA, kau adalah orang pertama yang mengisi hatiku" ujarnya.
"Karena itu aku mau dijodohkan denganmu." lanjutnya sambil mengambil segelas Susu Coklat.

Dia meminum susu coklat itu dengan satu tenggak sudah jadi.
"Terbebas dari hiruk pikuk Seoul, aku bisa mempunyai ide yang lebih banyak" ujarku sambil tersenyum kepada Kai.

Song Ah Ri POV End.

Kim Jong In POV.
"Terbebas dari hiruk pikuk Seoul, aku bisa mempunyai ide yang lebih banyak" ujar Ah Ri sambil tersenyum kepadaku.
'Omo?! Ini pertama kalinya ia tersenyum kepadaku' rutukku.

"Lalu kenapa kau mau dijodohkan denganku? kau tau kan aku musuh terbesarmu" ujarku sambil menggoda.
"YA!? kenapa kau menggodaku eoh?" tanyanya balik.
"Hihi,aku hanya ingin tahu alasan.." belum selesai aku berbicara.
CHU!~ 


'Dia menciumku?! apakah aku mimpi?' rutukku kembali.
"Apakah itu semua dapat menjawab pertanyaanmu?" tanyanya.
"Cukup, kau benar-benar mencintaiku?" tanyaku kembali.

Kami terdiam kembali.
"YA! SARANGHAE ! tapi hanya karena kau bukan seorang playboy Jong In-ssi~" ujarnya.
"Kalau yang lain?" tanyaku.
"Kau tidak tampan" ujarnya sambil menampakkan wajah datar.

Kami terdiam lagi.
Bersembunyi di balik pikiran kami.
Kami mengambil camilan dan memakannya.
Aku memandang langit-langit, sementara Ah Ri nampak berpikir sesuatu.

"Kalau begini apakah aku tetap tidak tampan?" tanyaku sambil memeluknya erat.
"ANI! Kau tetap tidak tampan" Jawabnya ketus.
"Jika tampan menurutmu seperti apa?" tanyaku kembali
"Yang bisa menyanyikanku sebuah lagu hingga aku tertidur" ujarnya.
"Baiklah, kajja kekamar." ujarku kembali sambil merangkul pinggangnya.

Kami sudah dikamar.
Aku menyanyikan lagu yang menurutku romantis.


Maeil maeil maeil neoreul chajaga geunyeong dasi dorawa.
Neol mannan geu hulo ireohke neoreul juwireul dolji sijaghae.
Dora-ol sun eobkettji jeo sonjabireul dollimyeon.
jeo gudge dadhyeoittneun mun neomeo-e dun sesangi naeun gongeumhae.

Moni yeollin geu sungan naega aldeon sesangwa dareun gosi pyeolchyeojyeo.
Nega ddeugo jigo nega pigo jigo neoneun cham ireohke ireohke ddasarowo.
Du bari dahneun got i modeun ge da neoreul kkog dalmasseo
na salgo sipeo maeil maeil igose salge haejwo haru jongil ne gyeote.

Jal silgami anna. wae kkumi anin geonji.
nado midgiji anha neo saramin gemajni?.
Neon moreugettji ama moreul geoya neoreul hyanghan nae man Love, Love, Love.

‘Cause you’re my earth, air, water, fire. You’re my earth, air, water, fire.

Neol boneun nal boneun neol boneun na nal boneun neo neol boneun na na.

Look into your eyes, butter-butterlies
kkeut i eobneun sky ne nun sogeul heeomchyeo.
Neomani nal bicheo I can see the future
nega animyeon andwige.
Nal dasi tae-o nage mandeun neo-ege, Incredible.

Na neoreul mannan geu sungan naega aldeon sesangeun sisihaejyeo beoryeosseo.
Gateun goseul bogo gati ulgo utgo neoneun cham ireohke ireohke ireohke.

Jal silgami anna. wae kkumi anin geonji
nado midgiji anha neo saramin gemajni?.
Neon moreugettji ama moreul geoya neoreul hyanghan nae man Love, Love, Love.

Love, Love Love Love Love, Love Love Love.

Aku melihat kearahnya.
Dia sudah tertidur.
Aku memberinya SMS
To: Song Ah Ri Chagiyaaa~
'Apakah aku sudah tampan? Jika iya jawablah YOU + ME = ARE LOVE'

Kukirim sent ke handphonenya.
Dia tertidur sambil membelakangiku
Dritt..Dritt..
Handphoneku berbunyi

From: Song Ah Ri Chagiyaaa~
'YOU + ME = ARE LOVE, Saranghaeyo Kim Jong In'


RCL JUSEYO ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar